Senin, 05 Oktober 2015

Sibuk

Tolololpedia & Sintingbanget sedang maintenance dadakan selama 1 hari.
kami akan disunting dan membuat halaman termasuk :
- BJR
- Liga Jakabaring dan Piala Super Jakabaring
- dll

Kamis, 01 Oktober 2015

The Order of the Garden of Lawang

The Order of The Garden of Lawang (Le Chevalierré de la Garĵin de Lavang), yaitu suatu gerakan extremis yang berpusat dari Taman Lawang, yang dipimpin oleh Sule dan diwakili clonenya Lord Volidemarket. Saat itu ia memiliki gelar yaitu Le Jem Chevalier Du Monyong III, yang berarti dia mengklaim bahwa ia adalah keturunan langsung dari Le Jem Chevalier du Monyong, yaitu seorang gigolo dari Bordeaux, Perancis yang menikah dengan Laila Sari. Gerakan ini hendak menyebarkan budaya Rumah Bordil (Le Chatéau Bordellé) untuk dipraktekkan ke seluruh Jabotabek dan sekitarnya, dan secara teknis mengubah Republik Indonesia menjadi Republik Bordil.

Motif dibalik ini adalah karena ibu Sule adalah seorang pekerja rumah bordil yang tidak laku dan Sule menjadi dendam karena ibunya tidak bisa membelikan dia popok atau komik Sunarto seri terbaru. Karena itu ia melakukan ekspedisi ke tempat-tempat bordil terdekat dan sampailah dia ke Taman Lawang, dimana ia berguru kepada Usamah binti Raden, yang mengaku sebagai titisan langsung Mulan Jameelah padahal sehari-harinya bekerja sebagai tukang menganyam tikar.
Sehabis Usamah selesai menyesatkan Sule, ia kabur untuk membuka rumah bordil di Pakistan. Rumah bordil ini baru-baru ini dibobol oleh serdadu-serdaduAmerika yang hendak membawakan penari Timur Tengah untuk memuaskan Obama. Rupa-rupanya tempat ini juga dipakai untuk menanam ganja dan jagung manis.

Perkembangan


Epen Cupen
Pimpinan OGL di wilayah Papua.
Pada tahun '2009 The Order of the garden of Lawang anggotanya mencapai 3,289,432. Sensus ini dinyatakan 68% benar oleh Roy Suryo, yang saat itu juga merupakan salah satu anggota. Pada saat itu gerakan OGL memiliki pusat di Jawa Timur (Dolly), Jawa Tengah (Boyolali) bahkan sampai keAustralia dan Azerbaijan.


Penutupan

Setelah beberapa kasus kekerasan, pemerkosaan, pencurian baju dalam dan pemboman (boker) di sembarang tempat, Gerakan The Order of the Garden of Lawang ditutup paksa oleh kejaksaan tinggi pada tahun 2009. Hal ini juga dipicu oleh kasus dimana salah seorang petinggi OGL yang juga berada di DPRD menggelapkan uang negara untuk menyokong kebutuhan dana OGL misalnya untuk menerbitkan majalah Bobokep dan menyediakan Haram Jadah untuk makanan anggota-anggotanya.
Akibat dari penutupan ini, Sule menjadi gila, akhirnya ia diadopsi oleh Edi Supono dan dijadikan binatang sirkus pada acara Opera van Java.


Kebangkitan kembali



Setelah vakum dan berjualan vakum cleaner selama 7 dasawarsa, pada tahun 2011 The Orders of the Garden of Lawang bangkit kembali dibawah pimpinan baru yaitu Mpok Nori. Sekarang gerakan OGL bersifat lebih pasif dan halus dan hanya menyebarkan budaya rumah bordil dengan mengedarkan kursus-kursus membordil kepada rumah-rumah tangga dan mencuci baju dalam di rumah-rumah tetangga.