Selasa, 18 Agustus 2015

Sendifist

Edisi spesial untuk Tribute to Udin Gambut

Cerita ini tentang Sendi gambut ingin jual Pecel Lele. dia (sendi) sering melakukan blusukan untuk mencari orang yang membelinya, tapi jualannya pada malam hari. Udin adalah orang tamvan & berani di kota ini, dia kenalnya "Jie Antrax" tetapi udin takut ada ancaman kejahatan. Dia (Udin) dianggap alasan tidak sia-sia. sayangnya Udin harus Menyelamatkan sendi gmbut dari tawuran tersebut.

Pada suatu hari, sendi mau ke stand selili, tujuannya mau bayar uang untuk tawuran bersama gambut brotherhood. lalu selili ucapan : "Oi, apa-apaan ini ayo kau mau tawuran, sendi", Sendi Bilang "Cincong loe coeg!". kemudian selili marah dan akhinya tawuran perdana telah dimuali dan lalu selili kabur.

Udin Gambut & Sendi Gambut bertemu dengan Eskalator dari Rumah di hutan dan apakah Eskalator mau minta pertanyaan yang penting. ESKALATOR : " apakah anda ungkapan dalam permintaan itu?" lalu Udin bilang : "ESKALATOR, tolong saya aku mau pulang". setelah itu Udin & Sendi akan pulang ke rumah mulai jam 7 Malam.

Di Suatu jalan raya, ada munculnya si JOKER (Joko Kertosuro).
Lalu Ucapan JoKer : Sugeng dalu, udin jembot. dan Udin bilang : Coeg!.
setelah itu JoKer mau ikut tawuran, lalu ucapan : "Sapa sing kepengin mungsuh, kita nyekel wong" dan lalu banyak bos seperti : Marno Trenyuh, Marty Frideman, Wagiman, Moar Krabs, Spingebill akan diserang kepada Gambut. lalu gagal, JoKer frustasi dan Sendi berhasil menyerang menggunakan pecel lele sehingga bos JoKer pun kabur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar